Sedotan Plastik Tergantikan Oleh Sedotan Alami Vietnam

Salah satu negara Di Asia Tenggara sudah melakukan percobaa untuk menghentikan limbah plastik salah satunya Sedotan Plastik Tergantikan dengan tanaman

Seiring dengan perkembangan jaman dimana limbah plastik sudah semakin banyak. Limbah plastik sendiri dapt kamu temukan dimana mana dijalan maupun di lautan luas yang mengancam hewan laut.

Beberapa Penelitian juga telah dilakukan namun masih belum menemukan solusi untuk semua negara. Sampah plastik merupakan limbah yang sanga sulit sekali terurai oleh bakteri pembusuk.

Plastik juga sangat berbahaya jika dibakar karena dapa meyebabkan polusi udara yang sifatnya beracun. Salah satu jenis plastik yang paing sering digunakan oleh perusahaan adalah sedotan.

Diberbagai tempat baik di Jalan maupun mall mall besar pasti kamu akan menemukan Sedotan. Namun Beberapa waktu ini penggunaan sedotan sudah mulai sedikit dan jarang digunakan lagi.

Salah satu negara yang menggunakan alternatif sedotan dari tanaman adalah negara Vietnam. Negara Berkembang ini menggunakan rumput sebagai sedotan yang ditemukan oleh Kak Tran Minh.

Rumput yang digunakan oleh Tran Minh ini berbeda dengan rumput liar biasa yang sering ditemukan. Rumput liar yang bisa dijadikan sedotan ini hanya bisa ditemukan di delta mekong saja.

Rumput Liar ini juga memiliki nama latin Lepironia articulata yang memiliki batang panjang. batang panjangnya memiliki lubang seperti sedotan yang tumbuh didaerah yang lembab.

Pengumpulan umput liar ini juga tidak terlalu sulit setiap rumput panjangnya 20 cm. setelah dipotong dicuci bersih dan siap untuk digunakan sebagai sedotan yang aman untuk lingkungan.

Rumput sedotan ini juga dijual dengan dua variasi yaitu yang kering dan juga yang Segar. Segar merupakan batang yang baru saja diambil dan dibersihkan lalu dijual sedangkan yang kering sudah disimpan 1-2 minggu.

Tentu saja Sedotan yang sudah dikeringkan akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan sedotan segar. Sedangkan sedotan kering dapat disimpan sampai 6 bulan di lemari es.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *