Tamilok Cacing Kayu Makanan Eksotis dari Negara Filipina

Berkunjung ke Negara Filipina selain memiliki makanan Eksotif telur embrio yang dikenal nama Balut ada juga Makanan Tamilok Cacing Kayu

Diseluruh dunia tentu saja memiliki makanan unik dan juga bisa membuat orang lain tidak berselera. Beberapa makanan biasanya diolah dari berbagai jenis daging hewan umumnya ayam, sapi, kambing, dan ikan.

Negara filipina memiliki makanan yang cukup membuat orang merinding untuk mengkonsumsinya. Balut merupakan jenis makanan dari embrio telur bebek yang sudah mau menjadi anak bebek yang dimasak dan jual.

Makanan jenis ini biasanya dapat kamu temukan di filipina dan juga sudah menyebar di wilayah asia tenggara. Berbeda lagi dengan negara vietnam yang juga terletak diasia memiliki makanan unik yaitu daging tikus besar.

Di Indonesia juga memiliki makanan yang cukup menantang pada wilayah timur papua. Selain mengkonsumsi sagu sebagai makanan pokok orang papua juga mengkonsumsi ulat sagu hidup yang gemuk secara langsung.

Kembali lagi ke negara Filipina selain memiliki balut yang merupakan makanan Eksotis. Negara ini juga mengkonsumsi cacing yang berasal dari pohon tertentu yang ukuran cacingnya lebih besar dan dikenal tamilok.

Tamilok merupakan sejenis moluska yang dapat ditemukan dipohon dihutan dan dikenal cacing kayu. Biasanya cacing ini dapat ditemukan didaerah rawa yang banyak ditumbuhi oleh pohon mangrove atau bakau.

Kayu kesukaannya adalah jenis kayu yang sudah membusuk dan juga tua sebagai tempat tinggalnya. Cacing ini tinggal pada bagian dalam kayu yang sudah tua dan tentu saja hewan ini tidak akan merusak ekosistem disana.

Difilipina banyak sekali hutan karena merupakan kepulauan salah satu hutan yang memiliki tamilok. Hutan Bakawan atau Barangay, New Buswang merupakan jenis hutan bakau yang ditinggali cacing kayu.

Masyarakat filipina tidak langsung mengkonsumsinya namun dimasak dengan bumbu sederhana. Beragam bumbu yang mudah ditemukan seperti cuka, air jahe, perasan jeruk nipis, potongan bawang, dan potongan cabai.

Biasanya cacing ini hanya dikonsumsi pada acara besar tertentu saja namun sedikit bergeser. Antusiasme dari turis yang ingin mencoba penduduk memanen cacing semoga hutan disana tidak rusak karena turis.