BERITA HEBOH – Penyebab Dan Jenis – Jenis Mimisan

BERITA HEBOH – Hampir semua orang pernah mengalami mimisan. Mimisan atau yang biasa disebut dengan istilah medis bernama epistaksin merupakan suatu gejala keluarnya darah melalui bagian hidung kita. Biasanya mimisan akan terjadi selama beberapa menit saja atau malahan hanya beberapa detik.  Kondisi ini cenderung menakutkan dan menyebabkan kepanikan, khususnya jika terjadi pada anak-anak atau lansia.

Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun, lansia, ibu hamil, orang yang sering mengonsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin) dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah, seperti hemofilia.

Pada dasarnya, mimisan bukanlah merupakan suatu gejala penyakit kronis ataupun gejala penyakit yang serius, terutama ketika terjadi dalam jangka waktu yang normal. Anda tidak perlu panic ketika mengalami mimisan, dan hal yang paling penting adalah tetap merasa tenang.

Berikut kita jelaskan mengapa terjadi mimisan, dan jenis jenis mimisan tersebut. Mari kita simak informasi di bawah ini.

BERITA HEBOH – Penyebab Dan Jenis – Jenis Mimisan 

Sebenarnya dinding dalam hidung kita penuh dengan pembuluh darah halus yang terletak mendekati lapisan kulit sehingga mudah rusak. Jika terjadinya pecah pembuluh darah pada bagian dalam hidung tersebut secara otomatis darah akan merembes keluar.

JENIS MIMISAN

Berdasarkan lokasi pendarahan yang terjadi, mimisan terbagi dalam dua jenis, yaitu anterior atau bagian depan dan posterior atau bagian belakang.

  1. Mimisan Anterior
    Mimisan anterior merupakan salah satu jenis mimisan yang paling sering terjadi pada tubuh secara umum. Kira – kira 90% kasus mimisan merupakan mimisan yang berjenis anterior. Mimisan anteriot merupakan mimisan yang terjadi karena pendarahan pada bagian depan hidung.
  2. Mimisan Posterior
    Mimisan posterior merupakan jenis mimisan yang jarang terjadi dan memiliki kondisi yang lebih serius dibandingkan dengan mimisan posterior. Biasanya pendarahan yang muncul lebih banyak daripada mimisan anterior. Mimisan anterior terjadi karena pendarahan yang berasal dari pembuluh darah yang berada pada bagian belakang hidung, di antara langit – langit mulut dan rongga hidung.

PENYEBAB MIMISAN 

Sebenarnya penyebab terjadinya gejala mimisan sangatlah banyak dan beragam. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya mimisan :

  1. Membuang ingus terlalu keras.

    Ketika anda sedang flu dan tidak enak badan, biasanya tubuh akan merespon dengan bersin dan mengeluarkan ingus. Ingus yang muncul di hidung wajib dikeluarkan, namun terkadang beberapa orang membuang ingus terlalu keras, sehingga dapat menimbulkan mimisan.
  2. Terlalu dalam mengorek hidung
    Kebiasaan mengorek hidung atau yang biasa dikenal dengan istilah mengupil sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun demikian perlu diperhatikan, karena kegiatan ini dapat berbahaya bagi hidung anda, dan berpotensi menimbulkan gejala mimisan apabila terlalu dalam mengorek hidung anda terutama ketka anda tidak sengaja melukai bagian dalam hidung.
  3. Perubahan tekanan udara.
    Merupakan salah satu faktor alam yang berperan dalam menimbulkan gejala – gejala mimisan. Perubahan tekanan udara dapat menimbulkan terjadinya mimisan. Biasanya perubahan tekanan udara ini muncul pada 2 kondisi, yaitu cuaca yang terlalu panas atau cuaca yang terlalu dingin.Kedua kondisi tekanan udara diatas dapat menyebabkan terjadinya pecah pembuluh darah terutama pada bagian hidung, dan menyebabkan mimisan.
  4. Penggunaan jenis obat – obatan
    Mimisan juga dapat terjadi karena efek atau pengaruh dari penggunaan obat – obatan tertentu. jenis obat – obatan ini dapat membuat pendarahan pada bagian hidung karena kandungan kimianya. Berikut ini adalah beberapa jenis obat – obatan yang berpotensi menimbulkan gejala mimisan: Aspirin, Antikoagulan danInhaler yang digunakan secara berlebihan
  5. Alergi
    Pada beberapa kasus, mimisan dapat terjadi karena seseorang mengalami alergi terhadap polutan dan allergen yang ada di udara. Polutan dan allergen yang ada di udara ini terhirup masuk ke dalam tubuh melalui hidung secara tidak sengaja, dan beberapa polutan atau allergen dapat menimbulkan alergi, terutama bagi orang yang sensitive hidungnya.Berikut ini beberapa jenis allergen dan polutan yang dapat menyebabkan mimisan seperti Debu dan pasir,Asap kendaraan bermotor,Asap rokok,Bau yang menyengat, seperti bau durian dan bau sampah, Kapuk atau bulu, terutama pada bantal dan guling,
  6. Iritasi akibat senyawa kimia.
    Selain akibat allergen dan polutan di udara, mimisan juga dapat terjadi karena adanya iritasi pada bagian rongga dan pangkal hidung yang disebabkan oleh adanya senyawa atau bahan kimia yang masuk ke dalam hidung. Beberapa bahan kimia dapat menimbulkan reaksi gatal dan pendarahan pada bagian hidung apabila terhirup
  7. Penggunaan NARKOBA
    Narkotika dan obat – obatan terlarang alias narkoba, terutama jenis narkoba yang dihirup masuk ke dalam tubuh juga dapat menimbulkan iritasi dan mimisan pada hidung. Salah satu jenis narkoba yang paling umum adalah jenis kokain.
  8. Muncul tumor pada rongga hidung
    Tumor merupakan suatu pertumbuhan benjolan yang tidak normal, yang dalam hal ini muncul dan tumbuh pada bagian rongga hidung. Ketika tumor menjadi semakin membesar, maka tumor tersebut dapat menyebabkan beberapa hal, antara lain Menutup saluran pernapasan, Menekan pembuluh darah hingga pecah
  9. Adanya suatu kelainan pada sistem pembekuan darah.
    Beberapa orang memiliki kondisi yang berbeda dari kondisi orang normal pada umumnya. Apabila pada umumnya luka yang dialami oleh seseorang dapat kering dan sembuh dalam waktu singkat, maka penderita hemophilia (kelainan dalam sistem pembekuan darah) akan sulit dalam melakukan proses tersebut. Salah satu gejala utama dari hemophilia adalah terjadinya pendarahan pada bagian – bagian tubuh, salah satunya adalah pada bagian hidung (mimisan).
  10. Gejala psikosomatis
    Gejala psikosomatis merupakan salah satu gejala – gejala fisiologis yang disebabkan oleh faktor psikologis. Faktor psikologis yang biasanya sering menyebabkan terjadinya gangguan psikosomatis antara lain : Perasaan tertekan, Stres, Depresi, Kecemasan akan sesuatu, Takut, Phobia.Beberapa kondisi psikologis diatas telah terbukti memiliki dampak terhadap kondisi kesehatan dan kondisi fisik seseorang, salah satunya adalah dengan kondisi tubuh terutama hidung yang mengalami mimisan.
  11. Kecelakaan
    Ada beberapa kondisi dimana mimisan yang dialami oleh seseorang merupakan akibat dari kecelakaan yang menimpa dirinya. Kecelakaan ini dapat mencakup banyak hal, mulai dari kecelakaan ringan hingga berat yang mentur dinding hidung.
  12. Efek atau gejala dari penyakit – penyakit tertentu
    Selain sebagai suatu gejala yang dapat muncul dengan sendirinya, ada beberapa jenis penyakit yang diidap oleh seseorang dapat menimbulkan mimisan. Singkatnya adalah, mimisan merupakan salah satu gejala yang ditimbulkan suatu penyakit.

 

Sekian informasi dari kita semoga anda terhibur dan dapat menjadi tambahan wawasan bagi para pembaca.