Buah Asam Kranji Yang Sudah Hampir Punah dan Sulit Ditemukan

Siapa yang masih ingat dengan Buah Asam Kranji yang sering dijual didepan sekolah sebagai cemilan yang saat ini sudah mulai terancam

Buah unik yang dulu sangat mudah untuk ditemukan namun saat ini sudah sulit menemukannya. Rasa asam dari buah ini memang membuat kita bernostalgia yang dilihat sekilas mirip dengan penampilan buah beludru.

Ukuran dari buah ini memang hanya sebesar buah anggur saja dan memiliki rasa yang asam. Dimakan secara langsung dan hanya dihisap atau disesap seperti mengkonsumsi permen karena buah asam ini memiliki biji.

Biji dari buah ini keras dan tidak bisa dimakan dan daging buah ini dilindungi oleh cangkang keras. Walaupun cangkangnya keras namun cukup rapuh dan mudah dihancurkan seperti kulit buah asam jawa.

Rasa Asam yang segar ini memang bisa membuat ketagihan dan membut air liur tidak terkendali. Buah ini sendiri sangat banyak disenangi oleh anak anak maupun orang dewasa mungkin hingga saat ini masih suka.

Anak anak jaman modern ini pastinya tidak pernah merasakan jenis buah asam kranji ini. Biasanya warna kulit yang agak gelap hitam abu abu dan tumbuh bulu halus menandakan buahnya sudah matang dan bisa dimakan.

Tekstur dari buah ini sangat lembut mirip dengan daging buah semangka dan berwarna jingga. Walaupun asam buah ini ada memiliki rasa sedikit manis berbeda dengan asam jawa yang terkenal dengan rasa asamnya.

Kranji sendiri mendapatkan julukan velvet thamarind yang cukup terkenal karena tekstur dagingnya. Tidak hanya buahnya saja namun juga kayu pohonnya sangat bagus dijadikan sebagai bahan untuk membuat mebel.

Nama latin dari buah Kranji ini adalah Indum dialium dan hanya bisa tumbuh didaerah tropis. Saat ini pohon dan buah ini sudah mulai terancam dan sulit untuk ditemukan karena hanya bisa berbuah tiga tahun sekali.

Karena lama masa panennya sehingga pohon ini tidak lagi ditanam dan pohon ini juga sangat tinggi. Pohon ini sendiri bisa mencapai tinggi 35 meter dan butuh usaha lebih untuk bisa mengambil buah asam kranji.