IBL Dipastikan Berjalan, Klub Belanja Pemain

Hobi Berita – Liga Basket Nasional Indonesia dipastikan akan berjalan mulai tahun depan. Klub-klub yang ada pun mulai berbelanja pemain termasuk para legiun-legiun asing.

Awalnya kompetisi basket taraf nasional ini sempat dikhawatirkan tidak akan berjalan menyusul adanya masalah pendanaan dan operator liga. Setelah sempat terjadinya tarik-ulur, akhirnya kompetisi ini mendapatkan startnya dimulai tanggal 20 Januari 2017 dengan diberikan label nama Indonesian Basketball League (IBL), dengan kota Surabaya yang menjadi tuan rumah pertama.

Total ada 11 tim yang sudah dinyatakan untuk ikut dalam kompetisi IBL musim depan. Mereka adalah CLS Knight, Pelita Jaya, Satya Wacana, Bandung Utama, Bima Perkasa Yogyakarta, Pasific Surabaya, Hang Tuah Sumsel, Garuda Bandung, dan Satria Muda, yang kemudian diikuti dengan NSH dan Aspac Jakarta.

Hal yang paling baru dari penyelenggaraan IBL untuk musim ini adalah penggunaan dua pemain asing yang diizinkan untuk setiap tim. Cara perekrutan pun hampir mirip dengan NBA yakni melalui sistem draftpick.

Perekrutan pemain asing itu dilakukan di Finansial Hall Graha Niaga SCBD, pada Senin (5/12/2016), ketika ada hampir lebih dari seratus pemain asing yang telah siap diambil oleh tim-tim IBL. Mereka merupakan pemain-pemain asing yang disiapkan dari lima agen berlisensi FIBA yang kebanyakan mayoritasnya berasal dari Amerika Serikat.

Juara bertahan CLS Knight menjadi tim yang pertama keluar dalam undian dan berhak untuk memilih lebih dulu disusul Pelita Jaya, Satya Wacana, Bandung Utama, Bima Perkasa Yogyakarta, Pasific Surabaya, Hang Tuah Sumsel, Garuda Bandung, dan Satria Muda. Dan kemudian ditutup oleh NSH dan Aspac.

“Sistem draft ini memang baru pertama kali ya dan saya juga tidak bisa mengatakan ini berjalan sukses 100 persen tetapi (minimal) akan menjadi sebuah terobosan yang baru lah. Selain itu, sistem ini akan mengembangkan basket negara Indonesia untuk menjadi lebih kompetitif juga, ” kata Direktur Liga Hasan Gozali usai undian pemain asing.

Bagi Hasan hal ini cukup beralasan sebab pemain asing yang disiapkan bukanlah pemain asal-asalan. Hasan menyebut pemain asing telah disiapkan jauh-jauh hari dari lima agen berlisensi FIBA, sehingga klub-klub dapat memegang komitmen kepada para pemain asing tersebut.

Terkecuali alasannya karena cedera dan si pemain berkelakukan tidak baik, maka tim akan diberikan satu kali kesempatan untuk mengganti pemainnya dengan batas waktu minimal setengah musim. Untuk gaji pemain asing, operator liga akan menanggungnya dengan angka maksimal 3.000 ribu dollar AS per bulan.

“Kami meminta pada agennya agar masing-masing pemain dihargai paling maksimal 3.000 dollar setiap bulan. Sementara yang tidak ditanggung oleh liga adalah biaya akomodasinya seperti biaya perjalanan, penginapan, hingga makannya. Itu semua ditanggung oleh tim,” sambungnya.

“Tidak dipungkiri setiap pertandingan perlu adanya inovasi. Maka tahun ini pun kami perlu melakukan perubahan, salah satunya penggunaan pemain asing. Di mana tujuannya cuma satu supaya di waktu kami bertanding di tingkat internasional terutama SEA Games dan Asian Games 2018 yang mana kita sebagai tuan rumahnya bisa berbicara lebih lagi. Sebab akan sulit jika tidak mempersiapkan sejak dini,” kata Danny.

“Karena itu juga melalui sistem draft pemain asing ini kita coba sama – sama lihat supaya olahraga basket ini bisa berkembang terus sampai waktu yang akan datang,” sambungnya.