Kapal Penisi Bugis Yang Dibuat Tanpa Menggunakan Paku

Memang kekayaan tradisional masih sangat kental dan bisa ditemukan di beberapa suku di indonesia dalam membuat Kapal Penisi Bugis.

Kapal Penisi

Bisa digunakan untuk alat transportasi untuk melewati air yang cukup luas membelah daratan. Beberapa yang membelah daratan bisa lautan, sungai, danau dan lainnya yang tidak bisa dilalui dengan transportasi darat.

Tentu saja dengan diciptakannya sebuah transportasi yang bisa digunakan untuk menyebrang perairan. Beberapa hal yang hanya bisa dibawa melalui jalur perairan yaitu kargo besar dengan jumlah banyak dan juga ikan.

Kargo yang besar tentu saja tidak bisa dibawa menggunakan pesawat dan bisa sangat beresiko tinggi. Sedangkan menggunakan kapal angkut memang waktunya cukup lama namun barangnya dalam kondisi aman.

Ikan juga yang ditangkap untuk membuatnya tetap segar harus diletakkan didalam dek kapal. Bisa dibanyangkan jika menangkap ikan menggunakan pesawat yang tentu saja sangat tidak mungkin untuk sering dilakukan.

Membahas tentang kapal memang saat ini sudah sangat banyak kapal yang dibuat dan sangat canggih. Dari kapal barang, kapal penumpangm kapal militer, kapal perang, bahkan kapal dengan hotel bintang lima juga ada.

Dibalik canggihnya kapal saat ini tentu saja masih ada yang membuat kapal secara tradisional. Uniknya kapal yang dibuat ini tidak menggunakan Paku sebagai penyambung kerangka dan badan namun sangat kokoh dan aman.

Kapal Penisi Bugis merupakan sebuah kapal yang dibuat oleh suku bugis yang ada di makasar. Ukuran yang sangat besar dan juga dibuat menggunakan kayu jati dan juga kayu mahoni dan dibuat setiap bulan.

Diketahui kapal ini dibuat setiap tanggal lima dan juga tujuh setiap bulan sesuai tradisi suku bugis makasar. Pembuatan kapal ini juga sangat unik karena pertama yang dibuat adalah badan kapal bukan kerangkanya.

Penggabungan kayu ini menggunakan kayu dan sama sekali tidak ada lem dan juga Paku yang digunakan. Diketahui bahwa pembuat kapal akan menggunakan pasak kayu sehingga menyatukan badan dan kerangkanya.

Tentu saja yang pertama dilakukan adalah dengan ritual terlebih dahulu sebelum membuat kapal. Ritual ini tentu saja sangat penting untuk suku bugis pada tanggal lima dan tanggal tujuh yang juga memiliki artinya.

Kapal Penisi Bugis

Angka Lima sendiri memiliki arti rejeki sudah berada ditangan dan angka tujuh selalu mendapat rejeki. Pemilihan kayu juga harus melalui doa terlebih dahulu dan juga adanya prosesi pemotongan Ayam biasanya.

Peletakan kayu pertama juga harus menghadap kearah timur laut serta ada dua lunas yang ditambahkan. Diarah depan melambangkan laki laki dan belakang melambangkan perempuan dan setelah dipasang akan dipotong.

Yang lunas di diarah depan akan dipotong dan dilarungkan kelautan untuk menolak keburukan. Sedangkan lunas belakang juga akan dipotong namun lunas ini akan disimpan dirumah dan kapalpun siap untuk berlayar.