Krisis Sungai Merah Madagaskar Setelah Penggundulan Hutan

Memprihatinkan Setelah mengetahui Krisis Sungai Merah padahal Alam Memberikan apapun yang diinginkan manusia dari ragam flora dan fauna

Saat ini Bumi sudah semakin tua dan sudah tidak akan bisa bertahan lama karena ulah jahat manusia. Demi mendapatkan keuntungan sendiri mereka mengambil semua kekayaan alam dan merusaknya.

Tindakan oknum Elit ini memang tidak akan bisa dipecahkan walau sudah dicari sumber masalahnya. Kesadaran akan alam yang sangat minim tidak ditanamkan sejak kecil membuat bumi semakin dekat kehancuran.

Salah satu contohnya adalah Krisis Sungai Merah yang berada di Madagaskar. Sungai ini menjadi berubah warna merah karena oknum yang tidak bisa menjaga lingkungan dan mengesploitasi kekayaan alam.

Terletak di Afrika timur ada sebuah sungai yang bercabang banyak dan memiliki warna merah. Sungai Betsiboka merupakan sungai yang cukup besar dan sangat cantik jika dilihat dari atas karena bercabang banyak.

Namun Warna sungai yang merah ini tidak tercipta secara alami namun karena ulah manusia. Hutan hutan disetikar sungai diambil tanmpa melihat situasi dan kondisi yang membuat tanah mengalami erosi.

Erosi besar besar ini tercatat sudah terjadi sekitar 50 tahun tanpa berhenti bahkan terlihat sepeti darah. Warna merah yang berasal dari pengikisan tanah yang mengadung Mineral Besi yang tinggi dan seringnya Hujan lebat.

Tahun lalu tercatat bahwa pada saat hujan deras terjadi sekitar 400 ton tanah longsor terjadi. Sebetulnya warna air ini adalah bening dan transparan dan berubah menjadi warna merah yang pekat.

Pinggiran sungai ini menjadi sangat berbahaya saat ini karena membentuk tebing yang sangat tinggi. Madagaskar sendiri saat ini menjadi tempat Konservasi keanekagaraman hayati terbesar di dunia.

Selain Keanekaragaman Hayati yang sangat kaya ternyata hutan ini menyimpan banyak Hewan Endemik. Namun karena hutan mulai digundulu tentu saja akan mengamcam populasi hewan endemik.

Saat ini Madagaskar sudah kehilangan lebih kurang 90% hutan asli dalam waktu 2000 tahun. Penebangan ini juga dilakukan untuk tempat berladang atau dijadikan sawah yang bis abertahan selam 4-6 tahun sebelum pindah.

Tentu saja setelah 4-6 tahunberlalu lahan yang tandus ini akan dibiarkan begitu saja. Hal ini yang menyebabkan hutan di Afrika semakin sedikit demi kelangsungan hidup manusia dan dilakukan secara berulang.

Dengan menelatarkan tanah yang tidak bisa produktif lagi ini menjadi penyebab Erosi terjadi. Saat ini Afrika merupakan salah satu penghasil kopi yang dikenal dunia sejak tahun 1950 yang memperparah keadaan hutan.

Tidak hanya pemblakan dan pembakara hutan yang dilakukan oleh manusia. Namun Sumber Minyak bumi juga diambil dengan populasi manusia yang semakin bertambah untuk memenuhi kebutuhan hidup.