Lilin Ulang Tahun Sudah Ada Sejak Peradaban Yunani Kuno

Siapa yang mengira bahwa tradisi meniup Lilin Ulang Tahun sudah ada sejak jaman yunani kuno dan masih dilakukan sampai sekarang

Lilin kue

Ulang tahun biasanya dirayakan untuk memperingati hari kelahiran kita kedunia ini. Pesta Ulang tahun selalu identik dengan kue tar dan juga Lilin warna warni yang menambah keindahan kue dalam perayaan ulang tahun.

Namun pasti banyak yang tidak tahu tentang dari mana asal tradisi lilin yang menghiasi kue. Dan Tahukah kalian bahwa setiap tahun didunia yang besar ini hampir 814.000 orang setiap hari merayakan Pesta kelahirannya.

Budaya lilin yang menghiasi kue sendiri berasal dari peradaban Yunani kuno dalam persembahan. Kue yang memiliki lilin biasanya akan dipersembahkan oleh orang Yunani kuno untuk dewa pemburu mereka.

Dewa pemburu sendiri dikenal dengan Artemis diberikan kue dengan lilin menyala seperti kilauan Bulan. Menurut peradaban yunani Bulan sendiri sangat erat hubungannya dengan Artemis yang dikenal dewa pemburu.

Asap dari lilin dipercaya akan membawa doa mereka ke surga yang masih dilakukan sampai sekarang. Menjadi sebuah tradisi yaitu sebelum meniup lilin biasanya akan berdoa terlebih dahulu dan berharap doa terkabul.

Lilin Ulang Tahun

Ternyata ada versi lain sendiri dari Jerman pada 1746, Count Ludwig Von Zinzindorf merayakan ulang tahunnya. Dan acara yang mewah ini menggunakan jumlah lilin yang sama sesuai dengan usia orang yang Ultah.

Dijerman sendiri memiliki festival merayakan ulang tahun secara bersamaan yang dikenal Kinderfest. Yang dirayakan untuk anak anak yang lahir pada tahun 1700 dirayakan dengan menggunakan kue dan lilin.

Jika kamu menemukan kue yang memiliki satu lilin ternyata juga mempunyai makna cahaya kehidupan. Dan sejak itu setiap acara ulang tahun selalu ada lilin yang ditiup menjadi tradisi semua orang saat ini.