Marah Merusak DNA Menurut American Psychological Association

Sifat dari manusia salah satunya senang dan juga Marah Merusak DNA yang akan mengakibatkan tubuh mengalami luka kronis pada Orang dewasa

Emosi selalu dimiliki oleh semua manusia yang akan selalu muncul tergantung suasana. Emosi tidak selalu diibaratkan dengan kemarahan namun menangis dan tertawa juga merupakan bentuk emosi.

Semakin dewasa kita masa keadaan tubuh untuk bisa mulai mengontrol emosi baik pria maupun wanita. Proses dewasa ini akan dibawa sampai hari tua nanti melalui pengalaman dan juga pengendalian diri.

Untuk bisa mengendalikan emosi ada berbagai cara salah satunya adalah melakukan meditasi. Dengan meditasi tubuh dan pikiran kamu akan menjadi tenang dan kamu bisa melepaskan pikiran dan beban hidup.

Namun bagaimana jika kamu tidak bisa mengontrol emosi dan selalu marah marah. Ternyata ada sebuah penelitian dari American Psychological Association yang menyatakan bahwa marah bisa menyebabkan Sakit.

Sakit yang akan diderita bisa berupa penyakit yang sangat kronis terutama kepada orang dewasa. Terutama masalah jantung dan juga masalah sendi yang sangat serius bisa terjadi jika dalam keadaan emosi tinggi.

Hal ini terjadi karena pada saat emosi tubuh akan mengalami peradangan yang membuat sakit. Pentingnya menjaga emosi ini membuat kita menghindari potensi penyakit seumur hidup yang kronis dan fatal.

Emosi yang paling berpengaruh adalah perasaan di saat terlalu marah atau juga terlalu sedih. terutama Marah Merusak DNA karena ketika marah saraf tipis pada tubuh juga bisa mengalami kerusakan yang tidak terduga.

Pada saat terbentnya peradangan tubuh kita tidak akan terlihat seperti luka dan perlahan merusak DNA. Tentu saja hal ini yang sangat ditakutkan terjadi dan bisa menyebabkan timbulnya penyakit Kanker Kronis.

Kanker itu terjadi karena sistem tubuh yang melawan karena terjadi maslah namun dalam jumlah banyak. Hal ini membuat Tumpukan yang menjadikannya sebagai Kanker terutama Orang tua berusia 59-93 tahun.

Selain rasa marah yang tinggi rasa sedihyang tinggi juga akan mengakibatkan gejala peradangan. Namun untuk Emosi lebih parah dan biasanya ditemukan pada orang tua dan jarang terjadi kepada Remaja.