Museum Tengah Hutan yang dikenal Tomonaga Akimitsu ada di Tokyo

Tomonaga Akimitsu merupakan salah satu Museum Tengah Hutan yng berada di Tokyo yang tersembunyi dan sangat iconic dengan ukiran kayu indah

Mendengarkan tentang museum tentu saja kamu akan berpikir terletak di tengah kota. Tempat yang paling cocok adalah Bagian tengah kota sehingga banyak pengunjung yang bisa datang dan sambil belajar didalam museum.

Museum Tengah Hutan mungkin jarang terdengar namun bisa kalian temukan di jepang. Museum seni ini memang terletak di dalam hutan karena banyak pemahat kesenian kayu yang berada dikota Akiruno.

Dikota ini kamu akan melihat sebagian masyarakat adalah pemahat dan pengrajin kayu ukir. Disini kamu akan melihat tiang iconic yang tinggi dan berujung lancip berjumlah tiga buah di sekitar hutan sebagai penyambut.

Patung kayu lancip ini disebut dengan Zizi yang merupakan tempat tinggal dari peri hutan. Museum ini sangat unik terlihat dari bentuk gedungnya yang tidak beraturan dan memiliki jendela yang sangat besar dan unik.

Tujuan jendela besar ini adalah untuk cahaya matahari masuk lebih maksimal. Pintunya juga dibuat dari kayu dan kalau dilihat seperti berada di cerita Dongeng anak anak yang dibuat oleh Tomonaga Akimitsu.

Seorang seniman Kontemporer yang lahir di Kochi pada tahun 1944 dirinya belajar 7 tahun di Australia. Dirinya kembali lagi ke jepang dan memulai karirnya sebagai pembuat boneka pada tahun 1975 sampai terkenal dijepang.

Karya karyanya juga ada dijadikan serial anime seperti di film animasi NHK Prin Prin Monogatari. Pertunjukan boneka kayu ini bertahan selama 3 tahun dalam acara dibutuhkan 500 boneka rancangan Tomonaga.

Dimuseum ini kamu akan menemukan patung kayu besa yang menjadi ikon pada zaman kerajaan dulu. Himiko A Legendary Fantasy From Japan yang merupakan pemimpin kerajaan Yamatai pada zaman jepang dulu.

Tujuan pembangunan museum ini agar orang mulai tertarik dengan kerajian ukiran dari patung kayu. Dimuseum ini juga memiliki cafe yang uniknya semua perabotan dicafe ini dibuat oleh Tomonaga Akimitsu sendiri.