Ekstrim PagPag Makanan Sampah Khas Masayarakat Filipina

Ekstrim PagPag Makanan Sampah Khas Masayarakat Filipina

Jalan Ke Filipina pati tidak ada yang menyadari bahwa ada makanan satu ini yaitu PagPag Makanan Sampah Khas Filipina yang termasuk Sangat tidak biasa.

Makanan Sampah apa yang terpikir pertama kali dalam pikiran kamu? tentu saja memikirkannya saja kamu bisa mual dan muntah. Namun masih banyak masyarakat yang kurang mampu di negara tetangga kita Filipina karena kondisi demikian maka makanan ini tercipta.

PagPag pada dasarnya adalah makanan sisa dari Restoran yang sudah tidak dimakan, yang sudah dibuang ke tong sampah. Seperti Halnya di Kota Medan ada BOTOT/ Pencari Nasi bekas di tong sampah untuk makanan babi, bedanya ini untuk hewan dan di filipin untuk dimakan manusia.

Ada 4 tahap dalam Mengelola Pagpag menjadi makanan yang layak makan

1. Proses dari pengumbulan bahan sampah terlebih dahulu dari pukul 4 pagi para pemulung sudah mulai mencari dan mengais tempat sampah.

2. Setelah terkumpul semua bahan dikumpulkan kepada penadah yang sekaligus menjadi Koki atau juru masak yang akan mengolah sampah menjadi makanan.

3. Penadah yang sudah menerima sampah akan segera berangkat ke pasar untu memberli bahan berupa bumbu dapur sederhana.

4. Setelah membeli semua persiapan mulailah sampah dipilah pilah dan di bersihkan sampai bersih dan akhirnya mulai unutk dimasak.

Tentu saja masakan ini sangat laku karena harganya yang murah sekitar 8 ribu rupiah atau 20C di Filipina tentunya yang makan ada saja. Penikmat makanan ini dari para kuli sampai pekerja serabutan yang kerjanya tidak jelas dengan uang yang minim sudah bisa makan.

Tentu saja makanan ini hanya untuk masyarakat yang kurang mampu , selain PagPag Filipina masih mempunyai banyak makanan yang aneh. Salah satu makana yang mengerikan adalah BALUT atau embrio dari ayam atau bebek yang belum menjadi wujud sempurna yang menjadi makanan.

Seharusnya kita bersyukur bahwa selagi bis makan enak maka habiskanlah makananya, karena membuang makanan tidak baik. Sejak kecil pesan tersebut selal disampaikan namun kita ambil positifnya saja dengan adanya sisa makanan ini seperti masyarakat Filipina bisa hidup.