POLEMIK PATUNG RAKSASA GUAN YU DI TUBAN YANG TAK KUNJUNG USAI !

BERITA HEBOH – Di Kota Jatim tepatnya di kota tuban di kejutkan dengan sebuah polemik pendirian patung raksasa Guan Yu yang tidak kunjung di selesaikan.

PERNYATAAN UMAT KONGHUCU MENGENAI PATUNG RAKSASA GUAN YU DI TUBAN

Pembangunan patung Guan Yu Chang yang bergelar Kwan Seng Tee Koen di dalam kelenteng Tuban, Jatim di tentang oleh banyak umat terutamanya umat yang beragama islam yang berada di wilayah tersebut dan tidak terduga juga umat konghucu juga menolak hal yang sama terkait pendirian patung tersebut.

Ketua Presidium Generasi Muda Konghucu Indonesia(gema.org) Kris tan yang di lansir dari hobiberita.com menyatakan pembangunan patung di dalam kompleks kelenteng Tuban merupakan sikap yang tidak benar dan tidak peka terhadap keutuhan berbangsa dan bernegara.

“Tuduhan yang beredar bahwa itu merupakan ide oleh Umat KhongHucu adalah sebuah kekeliruan dan fitnah besar bagi penganut agama KhongHucu” ujarnya

Dirinya juga menegaskan dalam tradisi ajaran leluhur Tionghoa sama sekali tidak dikenal dengan namanya doktrin pembangunan ikon patung yang megah dan absurd bahkan menuju praktik-praktik menduakan Tuhan Yang Maha Esa. Menurut dirinya juga dalam tradisi KhongHucu yang menjadi substansi religiusitas dan spiritualitas seseorang bukan pada penyembahan terhadap benda-benda mati.

“Itu juga harus di ejawantahkan dalam mencontoh perilaku dan meneladani sikap yang di tunjukan oleh Kwan Seng Tee Koen (Kwan Kong) yang kebetulan memang figur yang di anggap sebagai tokoh yang menjunjung tinggi Zhi,Ren dan Yong yaitu kebijaksanaan,Cinta Kasih dan kebenaran” ungkapnya

“Oleh sebab itu Generasi Muda Khonghucu Indonesia meminta dan menghimbau kepada pihak kelenteng Tubun untuk segera membatalkan rencana atau membongkar patung raksasa tersebut karena sama sekali tidak sesuai dengan prinsip tradisi etnis Tionghoa yang lebih mengedepankan kemanusiaan dan cinta kasih daripada mencederai kehidupan berbangsa maka sebaliknya segera patung tersebut untuk di bongkar saja demi kemanan dan kesamaan sesama umat di Indonesia” tutup dirinya.